Ini isi pidato Mualem pada pembukaan musyawarah Pramuka Aceh Barat Daya


[Atjehpost] KEBERHASILAN dalam mewujudkan program kerja dan kegiatan kepramukaan sulit dicapai tanpa dukungan majelis pembimbing cabang.

Hal itu dikatakan Ketua Kwartir Daerah Pramuka Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, dalam pidato tertulis yang dibacakan Wakil Kepala Bina Muda Kwarda Pramuka Aceh Ramli Rasyid, Sabtu 15 Juni 2013, di Hotel Grand Leuser, Blangpidie, Aceh Barat Daya.
Pidato tertulis Mualem itu dibacakan dalam sambutan musyawarah Cabang Pramuka Aceh Barat Daya masa bakti 2013-2018.

“Majelis pembimbing cabang diharapkan senantiasa memberikan bantuan moril, materil, finansial dan organisatoris kepada kwartir cabang,” ujar Ramli.

Disadari, kini kaum muda sedang diuji lewat derasnya globalisasi informasi dengan segala dampak.

“Baik dampak negatif maupun positif, kasus-kasus pelanggaran maupun kejahatan yang dilakukan atau melibatkan kaum muda semakin meningkat.”

Contoh kasus, kata dia, berkaitan dengan narkoba, tawuran, dan pergaulan bebas. Tantangan ini menurutnya harus dihadapi bersama oleh seluruh komponen bangsa.

Musyawarah cabang itu disarankan perlu menyusun rencana kerja untuk lima tahun ke depan. Orientasinya, sebut Ramli, berupa penyajian program kegiatan peserta didik yang lebih menarik dan bernilai pendidikan islami.

“Program kegiatan yang baik dan bermutu lahir dari tangan pembina dan pelatih yang bermutu pula. Diharapkan berbagai pelatihan tersebut mampu meningkatkan mutu kepramukaan dengan adanya pembina yang memadai, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.”

Pada pembukaan musyawarah cabang itu hadir juga Wakil Bupati Aceh Barat Daya Yusrizal Razali, Ketua Pramuka Kwartir Abdya Syamsul Rizal, dan beberapa tamu lainnya.

Diberitakan sebelumnya, Musyawarah Cabang Pramuka Kwartir Cabang Aceh Barat Daya masa bakti 2013-2018 dengan tema “Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan”, digelar di Hotel Grand Leuser, Blangpidie.

Musyawarah kedua tahun 2013 ini digelar berdasarkan keputusan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Aceh Barat Daya.

Panitia musyawarah, Husaini Rahman, kepada ATJEHPOSTcom mengatakan, musyawarah digelar untuk memilih ketua kwartir cabang sekaligus ketua tim formatur dan anggota yang dibutuhkan.

“Musyawarah ini juga akan memilih ketua dan anggota Lembaga Pemeriksa Keuangan serta rumusan rencana strategi kwartir cabang,” ujar Husaini.

Musyawarah digelar selama dua hari, 15 hingga 16 Juni 2013 dan diikuti 52 peserta dari utusan kwartir ranting. “Masing-masing mengutus lima orang dan pengurus kwartir cabang tujuh orang,” ujar Husni.[](rz)