Terbaik Kedua di Kaltim, Pramuka Nunukan Belum Punya Bumi Perkemahan


TRIBUNNEWS.COM NUNUKAN– Meskipun mendapatkan predikat terbaik kedua di Kalimantan Timur, namun diakui Gerakan Pramuka Kabupaten Nunukan masih banyak kekurangan.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Nunukan Haji Trisno Hadi mengatakan, salah satunya menyangkut bumi perkemahan.
Bupati Nunukan Basri sudah menjanjikan bumi perkemahan (buper), namun proses pembebasan lahan begitu rumit sehingga tempat berkemah yang refresentatif belum bisa direalisasikan.

“Kami terbaik kedua di Kalimantan Timur tetapi kami masih banyak kekurangan. Sehingga harus belajar banyak dari kwarcab yang baik.” katanya

Katanya Nunukan sudah baik, tapi kami ingin lebih baik dan kami belajar ke Cianjur,” ujarnya, Senin (17/6/2013) saat melakukan orientasi pimpinan Pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Nunukan di Kwarcab Cianjur, Jawa Barat.

Wakil Ketua Bidang Abdi Masyarakat Kwarcab Cianjur, Jawa Barat Darojat Ali mengatakan, pihaknya memiliki bumi perkemahan seluas 17 hektare.

“Di Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas, kami memfasilitasi kegiatan outbond dari berbagai instansi. Dari situ ada pemasukan untuk membangun bumi perkemahan,” ujarnya.

Kwarcab Cianjur juga memiliki sejumlah kegiatan yang cukup diandalkan.

Di sana ada kegiatan Pramuka Peduli yang lebih mengandalkan jaringan. Di setiap kecamatan atau kwartir ranting dibentuk jaringan, sehingga jika ada bantuan kemanusiaan cukup menelepon ketua kwartir ranting untuk penyalurannya.

Pelatihan juga digelar dimasing-masing kecamatan.

“Waktu Badan Penanggulangan Bencana Daerah dibentuk, saya kepala yang pertama. Itu karena saya Pramuka. Pemda menaruh hati kegiatan Pramuka seperti ini,” ujarnya.

Kwarcab Cianjur dengan keberhasilannya kerap menjadi tempat orientasi Pramuka di sejumlah daerah di Indonesia.
Tahun 2009, Pramuka Kwarcab Cianjur terlibat pemecahan record dunia menyelam di Manado. Selanjutnya terlibat pemecahan record membentangkan bendera di dalam gua yang dicatat Museum Record Indonesia.

Pramuka setempat juga terlibat pencarian korban pesawat Sukhoi serta dengan melibatkan 12 penyelam menemukan dan mengangkut truk yang jatuh di waduk dengan kedalaman 30 meter.

“Kami juga memproduksi lima perahu karet yang digunakan di Sungai Citarum yang dipamerkan di rakernas,” ujarnya.